Biksu Wirathu dan islam

wirathu

Biksu ini menyarankan untuk menentang orang muslim yang ada di Myanmar.

Adapun alasannya adalah ia tidak ingin Myanmar menjadi seperti Indonesia. Lihatlah Indonesia yang dulunya mayoritas hindu buddha kini penduduknya menjadi mayoritas muslim.

Mereka beranak cucu dengan sangat cepat dan banyak, sebab mereka boleh menikah lebih dari satu isteri. mereka menggunakan uang mereka untuk menikahi perempuan Myanmar, dan terus bekembang biak, kemudian berusaha dengan konspirasi, kekerasan, diam diam, menguasai pasar, tani, buruh, dokter, parlemen bahkan angkatan bersenjata.

Jika sudah demikian maka negara ini akan diambil alih. ya, mereka sangat berambisi untuk itu. kalau kita bersikap lemah kepada mereka, maka Myanmar yang sekarang mayoritas buddha akan segera berubah ditahun tahun mendatang.

Lihat pula pada Afganistan. Seorang peziarah Buddhis dari tiongkok yang bernama Hsüan-tsang (xuanzang) melewati daerah ini sekitar tahun 630 dan menulis bahwa Bamiyan adalah sebuah pusat Buddha yang berkembang “dengan lebih dari sepuluh biara dan lebih dari seribu bhiksu”, ia juga menulis bahwa kedua patung Buddha ini “dihias dengan emas dan batu permata mulia” (Wriggins, 1996).

Pada tahun 2001 Mahkamah Agung Taliban yang notabene adalah Islam, memutuskan bahwa semua patung di Afganistan harus dihancurkan karena telah atau dapat menjadi berhala. Hal ini didukung oleh keputusan dari 400 pemuka agama islam Afganistan.

pemerintahan taliban mengeluarkan fatwa bahwa patung-patung ini adalah berhala, dan kemudian dihancurkan dengan dinamit dan tembakan tank. Pada bulan maret 2001, kedua patung terbesar Buddha ini hancur setelah dibombardir secara terus menerus selama hampir satu bulan.

wakil ahmad mutawakel menteri luar negeri Afganistan, menegaskan bahwa penghancuran patung Buddha itu SUDAH SESUAI DENGAN HUKUM ISLAM, Halal untuk dihancurkan dan sah menurut hukum Islam.

Biksu itu cinta damai dan tidak boleh membunuh, namun melihat dari negara negara yang mayoritas Islam, Biksu Wirathu menyatakan bahwa Islamlah yang membahayakan para Biksu, membahayakan negara, mereka sering berbuat kekerasan, melakukan tindakan berbahaya secara diam diam ataupun terang terangan.

merasa budaya arab lebih tinggi.

Ashin  Wirathu mempunyai keyakinan bahwa kaum muslim mempunyai sebuah rencana besar untuk mengubah Myanmar, yakni negeri yang mayoritas pemeluk Buddha menjadi penganut Islam dimasa yang akan datang. Mereka sangat berbahaya bagi kami, dinegara manapun mereka berada, mereka berambisi untuk itu.

Lihatlah Indonesia, berapa banyak candi dan persembahyangan yang rusak dan hancur? jangan sampai itu terjadi di Myanmar.

dia menyebut masjid sebagai basis musuh dan meminta umat Buddha melarang, untuk tidak menikah beda agama.

Seperti perempuan perempuan muslim tidak boleh menikahi lelaki yang bukan muslim, namun laki lakinya boleh menikahi perempuan yang beda agama, kamipun menyarankan bahwa anda juga bersikap demikian. perempuan buddhis jangan menikah dengan umat islam.

Pada bulan Juli, Wirathu menulis dalam sebuah posting Facebook bahwa dua orang muslim telah memperkosa pembantu yang beragama Buddha mereka di Mandalay, kota terbesar kedua. terjadi bentrok masa.

Biksu Wirathu juga menyarankan kepada rakyat Myammar untuk tidak berbisnis dengan umat Muslim.

Jangan biarkan uang anda mengalir ke kantong mereka, sebab mereka akan menggunakan uang anda untuk kepentingan islam.

Belanjalah ditoko toko yang terdapat stiker atau tulisan 969, yang menjadi gerakan nasional, menentang ekspansi Islam di mayoritas-Buddha Burma.

arti dari 969 adalah 9 untuk sembilan atribut khusus dari Sang Buddha, 6 untuk enam atribut khusus dari Dharma, atau ajaran Buddha, dan terakhir 9 mewakili sembilan atribut khusus dari Sangha.

sumber: wikipedia, the guardian, tribunnews, foreignaffairreview, reuter, tempo, ibtimes, bbc, nationmultimedia, washingtonpost, rainbow, latimes, pri, lionroar, gq magazine, thediplomat, times, dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: