Rangkuman buku biografi Gus Dur

Bab IV dan V

Tahun 1996 ketika Gus Dur bekerjasama dengan Megawati. Gus Dur dari muslim santri sedangkan Megawati dari islam abangan jawa.

Mendekati pemilu.

PDI untuk mengadakan kongres luar biasa yang dihadiri oleh F T, S H, P S, dan jenderal garis keras lainnya.

Megawati dan pendukungnya tidak diijinkan ikut serta dalam kongres tersebut.

Mahasiswa demontrasi.  Pemerintah mengadakan persiapan untuk menghentikan demo dengan kekerasan.

27 Juli 1996 jam setengah enam, dikenal dengan kudatuli, beberapa ratus pendukung S, menyerbu dan mengusir keluar pendukung Megawati. Jakarta dilanda kerusuhan selama 2 hari.

Pada bulan oktober 1996 kerusuhan anti Kristen dan anti Cina terjadi di situbondo. Dakwaan karena ada oknum yang menghina nabi Muhammad divonis lebih ringan, maka 20 gereja dibakar, puluhan toko milik WNI keturunan Cina juga ludes dibakar.

Kebanyakan perusuh bukanlah orang setempat. Mereka adalah provokator yang diangkut dengan 3 truk dari luar kota.

Seragam hitam-hitam seperti ninja. terdengar suara peluit untuk mengarahkan sasaran kepada orang kristen, gereja, sekolah dan panti asuhan kristen dengan menggunakan bom minyak bensin.

Gus Dur mohon maaf atas peristiwa ini. Beberapa pemuda NU ditangkap oleh perwira militer yang beragama kristen, di siksa bahkan ada yang tewas dalam penjara.

Tutut ingin menunjukkan kepada Soeharto bahwa ia layak menjadi pewaris kursi presiden.

1 desember Gus Dur menemui Amien Rais di masjid Sunda Kelapa di Menteng, Jakarta pusat.

Tampaknya akan ada kolaborasi antara Gus Dur, Megawati, dan Amien Rais.

Petistiwa kekerasan kelompok terjadi lagi. Setelah Situbondo, kini kekerasan itu terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sepuluh gereja dibakar dan puluhan toko dan rumah WNI China dibakar. Penyebabnya adalah ada oknum polisi yang menganiaya santri, ketika santri itu dibawa ke rumah sakit namun meninggal.

NU diduga terlibat, namun Gus Dur menduga Jenderal P mencetuskan kekerasan kelompok tersebut yang mungkin Gus Dur dibisiki oleh Benny Murdani.

Pada masa itu ABRI dengan pimpinan dipenuhi oleh jenderal-jenderal hijau (membela kepentingan islam).

W saat itu berhubungan dengan kaum nasionalis  merasa cemas atas meningkatnya kekuatan para jenderal hijau, khususnya P.

Terjadi pergantian pangap dari F T ke W. Maka terdapat 2 kekuatan antara fraksi nasionalis dan fraksi hijau.

Kerusuhan 1998, W memerintahkan teman baik P yaitu S S untuk menurunkan pasukannya ke jalan namun tidak dilaksanakan.

Terdapat kontak radio antara orang-orang s dan kelompok.

Kerusuhan terburuk terjadi di pecinan, 150 ribu WNI keturunan cina meninggalkan Jakarta. Ribuan toko dan rumah hancur, lebih dari 1000 orang tewas, dikabarkan juga perempuan-perempuan Cina diperkosa beramai-ramai.

W memerintahkan pasukan dari luar daerah untuk datang ke jakarta, namun esoknya baru datang.

P menemui Gus Dur berusaha meyakinkan Gus Dur bahwa P adalah korban fitnah dan tidak terlibat dalam kerusuhan mei 1998.

Setelah sekian lamanya memerintah, akhirnya Soeharto turun tahta.

13 november terjadi lagi kekerasan di jembatan semanggi. ratusan terluka dan lima belas meninggal.

Banyuwangi 1998, terdapat ninja-ninja berpakaian hitam membunuh dukun – dukun santet, namun yang terbunuh banyak anggota NU termasuk sejumlah ulama.

Jakarta utara, 22 november pemuda-pemuda kristen melempari masjid dengan batu. Orang muslim langsung berkumpul, mengamuk memasuki gereja gereja disekitarnya, membakarnya dan menghancurkan podium gereja.

Umat Muslim mencari mereka yang melempari masjid, dan berhasil menangkap beberapa orang. mereka diarak dijalan kemudian dipukuli hingga mati. Hari kedua lebih dari 10 orang Kristen tewas dan lebih dari 10 gereja dihancurkan.

Beberapa hari kemudian terjadi pembalasan di Timor Barat. Orang Kristen menghancurkan puluhan rumah orang muslim dan masjid.

19 januari 1999 terjadi pertikaian dan meluas di timur Maluku.

E S mendesak kaum muslim untuk melakukan jihad.

Gus Dur pergi ke USA untuk operasi mata dibayari oleh penganut Mormon namun banyak pembuluh darah kecil dan hubungan syaraf banyak yang hilang sehingga operasi kurang berhasil.

Dahulu Gus Dur pernah mengalami kecelakan ketika ia mengendari motor dan tabrakan dengan mobil  sehingga retina matanya terlepas. Sedangkan pada tahun tahun berikutnya terkena glaukoma.

Ketika hendak Gus Dur menjadi presiden.  Terjadi keributan di Jakarta pusat, mobil dibakar. juga terjadi kekerasan besar di Bali. Megawati gagal menjadi presiden namun menjadi wakil presiden.

Gus Dur meminta W mundur, hal ini disampaikan SBY. Gus Dur memanggil W untuk menghadap dia dan meminta untuk mundur.

24 april 2000 ia memecat J K dan LS

Demontrasi menuntut adanya perdamaian Ambon dan Maluku. 3000 pemuda dilatih di bogor untuk mengadakan demonstrasi di Jakarta, membawa senjata tajam.

Laskar Jihad yang marah menyerbu masuk lingkungan istana kepresidenan dan meminta bertemu Gus Dur.

Gus Dur marah dituduh bersekongkol dengan kristen dan pdip, lalu mengusir mereka keluar.

Laskar jihad berlayar dari Surabaya ke Maluku, terlibat pertempuran dengan desa desa kristen sehingga ratusan tewas. Merebak ke Halmahera serta Ambon.

Gus Dur menunjuk panglima baru untuk wilayah ini, Ia adalah perwira Hindu Bali.

Akhir Februari , Ratih, Yenny, dan Marsillam dipanggil DPR untuk penjelasan tentang menggunakan pengaruh presiden yang tidak pada tempatnya.

Perkembangan di Poso menghawatirkan seperti di Ambon. 23.000 orang mengungsi, Poso kosong dan 5000 rumah dibakar.

Dari lapangan udara kondisinya menyerupai kerusuhan yang Di Dilli, hancur total.

Laskar jihad diduga dibiayai oleh lawan politik Gus Dur seperti F B.

Nama R K juga disebut terlibat pengiriman kelompok islam dari jawa ke maluku.

Kesamaan antara Laskar Jihad dan FPI diduga melibatkan perwira.

Setelah Soeharto lengser, masalah serius adalah pecahnya militer di Indonesia.

3 pekerja yang membantu PBB ditusuk dan di pukuli hingga tewas di kota atambua, timor barat.

Pengadilan di Jakarta menerima pengaduan bahwa seorang Jenderal telah memerintahkan untuk mencetak uang palsu untuk mendanai milisi agar bertindak proaktif di Timor saat referendum dilaksanakan pada bulan Agustus 1999.

bom meledak di tempat parkir bawah tanah. 15 orang meninggal 30 orang terluka.

Ketika TS sedang diperiksa oleh Kejaksaan Agung, bom meledak di kamar mandi pribadi jaksa agung.

Bom yang meledak di gedung BEJ dan hampir menewaskan dubes Filipina. Pemerintahan Gus Dur menjadi korban dan bukan pelaku kekerasan kata Wimar Witoelar.

Gus Dur dan T bertemu di Hotel Borobudur yang dikelola oleh militer dan tempat populer para elit untuk bertemu.

Pada bulan oktober Gus Dur menunda tuntutan hukum 3 pengutang terbesar yaitu P P,   MS dan S N.

Pada malam natal akhir tahun 2000, bom bom meledak di sejumlah gereja di jakarta.  14 tewas, puluhan terluka.

Gus Dur akhirnya dicopot sebagai presiden.

rangkuman buku biografi Gus Dur oleh Greg Barton

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: