Kemiripan kisah Yesus dan Buddha

Yeshua atau yang lebih dikenal dengan Yesus, memiliki kemiripan kisah maupun ajaran dengan Sang Buddha Gautama. Adapun kemiripan kisah tersebut adalah:

Sama-sama keturunan raja: Buddha merupakan keturunan Raja Suddhodana. Yesus keturunan raja Daud (Matius 1:6) Meskipun ayah atau ibu Yesus bukanlah raja? (disebuah buku ada kisah yang menceritakan tentang  Yusuf dan Maria) namun dalam silsilah Yesus masih merupakan keturunan dari Raja Daud maupun raja Salomo.

Salah satu orang tua sama-sama mendapat mimpi sebelum kelahiran. Ayah Yesus mendapat mimpi :Matius 1:20. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

sedangkan ibu Buddha juga mendapat mimpi: dalam tidurnya, Ratu Maya bermimpi bahwa ada empat orang Dewa Agung yang mengantarnya ke Gunung Himalaya, kemudian membawanya ke Pohon Sala di Lereng Manosilatala. Lalu para istri dari Dewa-dewa Agung tersebut memandikannya di Danau Anotta, menggosoknya dengan minyak wangi dan kemudian memakaikan pakaian para dewata pada Ratu Maya. Ratu kemudian diajak ke istana emas dan direbahkan di atas dipan yang mewah. Di tempat itulah seekor gajah putih dengan membawa sekuntum bunga teratai di belalainya memasuki kamar, kemudian mengelilingi dipan sebanyak tiga kali untuk selanjutnya memasuki perut Ratu Maya dari sebelah kanan. Setelah itu Ratu Maya terbangun dan tiba-tiba terjadilah sebuah gempa bumi yang singkat.

Sama-sama dilahirkan dalam perjalanan: Yesus dilahirkan dalam perjalanan dari Nazaret ke Betlehem (Lukas 2:4).Buddha dilahirkan di antara Kapilavatthu dan Devadaha, di hutan pohon Sala yang dinamakan Taman Lumbini.

Sama-sama diramalkan masa depannya. Yesus diramalkan oleh Simeon (Lukas 2:34-35). Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan.

Sedangkan Buddha diramalkan oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala, diramalkan bahwa Pangeran kelak akan menjadi seorang Chakrawartin (Maharaja Dunia) atau akan menjadi seorang Buddha. Hanya pertapa Kondañña yang dengan tegas meramalkan bahwa Pangeran kelak akan menjadi Buddha.

Sama sama memiliki kecerdasan yang tinggi dimasa mudanya. Yesus pada usia 12 tahun bertanya jawab dengan para alim ulama dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.(Lukas 2:47)

Sedangkan Buddha setelah tiba waktunya untuk bersekolah, Raja memerintahkan seorang guru bernama Visvamitta untuk memberikan pelajaran kepada Pangeran dalam berbagai ilmu pengetahuan. Ternyata Pangeran cerdas sekali dan semua pelajaran yang diberikan dengan cepat dapat dipahami sehingga dalam waktu singkat tidak ada lagi hal-hal yang dapat diajarkan kepada Pangeran kecil.

Sewaktu memperebutkan belibis yang dipanah oleh Devadatta, dan belibis itu diobati oleh Siddharta, akhirnya atas usul Pangeran, mereka berdua pergi ke Dewan Para Bijaksana dan mohon agar Dewan memberikan putusan yang adil dalam persoalan tersebut. Setelah mendengarkan keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari kedua belah pihak, Dewan lalu memberikan keputusan sebagai berikut :

“Hidup itu adalah milik dari orang yang mencoba menyelamatkannya. Hidup tidak mungkin menjadi milik dari orang yang mencoba menghancurkannya. Karena itu menurut norma-norma keadilan yang berlaku, maka secara sah belibis harus menjadi milik dari orang yang ingin menyelamatkan jiwanya, yaitu Pangeran Siddhattha.”

Sama sama mengembara, berpuasa, kemudian makan dan minum . Yesus mengembara dipadang gurun dan berpuasa selama 40 hari (Matius 4:1-2). Sedangkan Buddha mengembara ke Magadha untuk melaksanakan bertapa menyiksa diri di hutan Uruvela, di tepi Sungai Nairanjana(Naranjara) yang mengalir dekat Hutan Gaya. Walaupun telah melakukan bertapa menyiksa diri selama enam tahun di Hutan Uruvela, tetap pertapa Gautama belum juga dapat memahami hakikat dan tujuan dari hasil pertapaan yang dilakukan tersebut.

Pada suatu hari pertapa Gautama dalam pertapaannya mendengar :”Bila senar kecapi ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Kalau terlalu dikencangkan, putuslah senar kecapi ini, dan lenyaplah suara kecapi itu. Bila senar kecapi ini dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Kalau terlalu dikendorkan, maka lenyaplah suara kecapi itu.” Nasihat tersebut sangat berarti bagi pertapa Gautama.

Yesus dalam Matius 11:18-19 mengatakan: Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia (Yesus) datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Yahweh dibenarkan oleh perbuatannya.

Sedangkan di kisah Buddha ada tertulis: Seorang dari lima pertapa mengatakan, “Kawan-kawan, lihat, Pertapa Gotama sedang memasuki taman, ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan.

Sama sama menang dalam tiga pencobaan. Yesus dicobai 3 hal di padang gurun (Lukas 4:1-11). Buddha dicobai oleh tiga anak Mara yang cantik: Tanha, Arati dan Raga, Sang Buddha berkata, “Tidak ada gunanya menggoda seseorang yang telah terbebas dari keinginan, kemelekatan dan nafsu, karena ia tidak lagi dapat terpikat oleh godaan apapun juga.”

Sama-sama mendapatkan pencerahan, penerangan, kemudian membabarkan dharma. Yesus tampil di Galilea (Matius 4:16). Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar (Yeshua) dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.

Sang Buddha memberikan khotbah-Nya yang pertama yang kelak dikenal sebagai Dhammacakkappavattana Sutta (Khotbah Pemutaran Roda Dhamma). Khotbah pertama diucapkan oleh Sang Buddha tepat pada saat purnama sidhi di bulan asalha.

Demikian kemiripan antara Yesus dan Buddha, memang masih banyak lagi kemiripan yang ada yang mungkin akan dijelaskan di lain waktu. Kemiripan ajaran Buddha dan Yesus juga banyak.

Saya berteori bahwa Yeshua atau Yesus adalah Buddha bagi bangsa Israel. asumsi ayat: Matius 5-7 “Kedua belas murid itu diutus oleh Yeshua dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Setelah kebangkitan Kristus, perintah itu menjadi: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Orang Kristen selalu bertanya: Pengikut Buddha adalah penyembah berhala, sebab menyembah patung Buddha. Lalu bagaimana cara orang Kristen menyembah Yesus? Matius 28:17 Ketika melihat Dia (Yeshua) mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Persamaan ajaran Yesus dan Buddha akan dibahas dalam judul tersendiri, namun berdasarkan asumsi ayat ini maka dapat dinyatakan bahwa ajaran Yesus memerlukan sebuah pengetahuan khusus untuk dapat mengerti arti yang sesungguhnya.

Asumsi ayat yang menyegel atau memeteraikan arti nama Yeshua merupakan simbol, dan Alkitab telah dienkripsi?

enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. -wikipedia

Asumsi ayat :

MATIUS 13:13 “Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti”

MARKUS 4:11 “Jawab Yeshua: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Yahweh, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan.

LUKAS 8:10: “Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Yahweh, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

Disusun oleh: Vijaya Handoko

Daftar Pustaka: segenggamdaun.com, Sabda.com, Wikipedia.com, samaggi-phala.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: