Rangkuman alam Sukhavati bab 1.18-1.23

1.18 Keadaan di Alam Sukhavati jauh melebihi dunia

Di alam Sukhavati ini, semua mahluk hidup dilahirkan dalam penampilan yang sangat tampan, yang mana jauh melebihi dari yang terdapat di dunia, raut wajah dan bentuk tubuh mereka adalah sama, tidak terdapat perbedaan, tetapi agar sesuai dengan kebudayaan di dunia lain, terdapat sebutan nama untuk para mahluk yang berada di surga.

Kekuatan kebajikan, status, dan kemampuan spiritual dari para penghuni alam Sukhavati adalah tak terbandingkan, mereka jauh melebihi segala raja dari alam surga sebanyak jutaan, miliaran kali kelipatan dan sampai tidak ada lagi angka hitungan kelipatan yang dapat dihitung oleh seseorang.

Maka dari itu Ananda, anda perlu mengetahui bahwa kebajikan serta keagungan dari alam Buddha Amitabha atau tanah suci Buddha (Sukhavati) adalah tidak dapat dibayangkan kebaikanNya.

1.19 Semua keinginan dari penghuni alam Sukhavati akan terpenuhi

Ada lagi, semua mahluk hidup yang tinggal di alam Sukhavati , baik yang telah lahir, atau yang pada saat ini lahir, maupun yang akan lahir, secara pasti akan memperoleh bentuk wajah dan penampilan yang tampan atau agung dan diberkahi dengan kebijaksanaan yang luar biasa, serta kekuatan spiritual yang bebas leluasa, dan semua keperluan mereka tersedia dalam jumlah yang melimpah seperti istana, pakaian yang indah, bunga yang harum, panji dan payung, dan semua peralatan yang indah dan agung akan muncul dihadapan mereka ketika timbul suatu pemikiran bahwa mereka memerlukannya.

Apabila mereka ingin makan, mangkuk yang terbuat dari 7 jenis permata secara alami akan muncul dihadapan mereka, ratusan makanan yang bervariasi terisi penuh di dalam mangkuk tersebut, meskipun di hadapan mereka telah muncul berbagai masakan yang lezat.

Namun sebenarnya  mereka tidak memakannya, tetapi hanya dengan melihat warna dan mencium bau wangi dari masakan tersebut secara pikiran mereka telah merasa kenyang.

Kekuatan dari badan mereka akan bertambah terus tanpa perlu membuang kotoran hasil pencernaan dari makanan, jiwa dan raga mereka akan menjadi lembut dan luwes.

Mereka tidak terikat pada citra rasa dari makanan tersebut, begitu mereka selesai makan, maka semua peralatan makanan akan menghilang dalam waktu sekejap, dan peralatan tersebut akan muncul lagi pada waktu makan siang berikutnya.

Juga tersedia berbagai jenis pakaian permata yang luar biasa, termasuk topi dan tali pinggang, yang mengeluarkan sinar yang kemilau, sehingga memantulkan ratusan ribu cahaya yang menakjubkan, yang mana secara alami akan muncul untuk menghiasi badan mereka.

Rumah gedung yang mereka tempati adalah sesuai dengan ukuran badan mereka. Disana juga terdapat jaring-jaring yang terbuat dari batu permata, yang menutupi rumah gedung tersebut, yang mana dilengkapi dengan berbagai jenis lonceng permata yang tergantung menurun menghiasi bangunan tersebut dari segala posisi sehingga memantulkan sinar cahaya yang berkilau, benar-benar sangat indah, cantik dan megah.

Ada juga menara dan balkon untuk melihat pemandangan, ruang aula dan ruangan lainnya yang mana ukurannya ada yang lebar dan yang sempit dan ada yang berbentuk segi empat dan ada yang berbentuk bulat, ada yang besar dan ada yang kecil ada juga bangunan yang berada di angkasa ataupun di dataran datar.

Lingkungannya sangat tenang, murni, aman dan tenteram, serta penuh dengan kebahagiaan, begitu mereka berniat untuk melihatnya maka pemandangan tersebut akan muncul di hadapan mereka secara keseluruhan.

1.20 Hembusan angin dan dan hujan bunga kebajikan

Di alam Buddha (Sukhavati) ketika waktunya tiba untuk makan siang secara alami akan muncul angin sepoi sepoi kebajikan yang berhembus ke arah jaring-jaring dan ke arah pohon pohon permata, sehingga menimbulkan irama dari alunan musik yang menakjubkan, yang membabarkan dharma tentang penderitaan, kekosongan, tanpa aku dan sifat-sifat luhur dari Paramita.

 Hembusan dari angin tersebut akan menyebarkan puluhan ribu keharuman yang lembut penuh kebajikan. Bagi yang mendengar suara ini, maka secara alami mereka akan membebaskan diri dari segala jenis penderitaan duniawi, dan kebiasaan yang kotor.

Ketika angin tersebut berhembus mengenai badan mereka maka mereka akan akan merasa sangat tenang dan damai, keadaannya bagaikan biksu yang telah memusnahkan segala kemelekatan terhadap wujud jasmani dan benda duniawi, dan yang telah memasuki samadhi ketenangan batin.

 Kemudian angin akan bertiup ke hutan pohon 7 permata, hembusan dari angin tersebut membuat bunga-bunga dari pohon-pohon berjatuhan sehingga menimbulkan bermacam-macam warna yang berkilau memenuhi tanah suci Buddha, dan bunga-bunga yang jatuh ke bawah akan berkumpul bersama menurut warnanya, tidak bercampur aduk, bunga-bunga itu sangat lembut, bersinar terang dan bersih, kelihatannya sebagai sapu tangan surgawi.

Jika seseorang menginjak bunga-bunga ini, maka kakinya akan terbenam sedalam 4 jari tangan, dan begitu kakinya diangkat ke atas, maka bunga-bunga itu akan kembali ke bentuk yang semula.

Setelah lewat waktu makan siang, semua bunga-bunga itu secara alami akan menghilang. Dataran yang luas kembali murni tanpa debu, kemudian bunga-bunga yang baru akan berjatuhan bagaikan hujan, sesuai dengan waktu dan jamnya, bunga-bunga itu akan memenuhi daratan seperti sebelumnya, kejadian semacam ini akan berulang sebanyak 6 kali dalam satu hari.

1.21. Bunga teratai permata dan sinar Buddha

Juga terdapat segala jenis bunga teratai permata yang tumbuh memenuhi seluruh penjuru alam Buddha  (Sukhavati), setiap bunga teratai permata ini terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan kelopak bunga.

Bunga teratai permata ini warnanya sangat terang benderang dan berkilau dengan aneka warna. Bunga teratai hijau akan memancarkan sinar kemilau hijaunya, bunga teratai putih akan memancarkan sinar kemilau putih, bunga teratai biru, kuning, merah, ungu, dan semuanya juga memancarkan kemilaunya dengan sinar yang terang benderang.

Juga terdapat sejumlah batu permata yang tidak terhitung jumlahnya dan ratusan ribu batu permata mani yang sangat berharga saling memantulkan cahaya yang sangat menakjubkan, yang melebihi cahaya dari matahari dan bulan.

Bunga teratai permata ini memiliki berbagai ukuran, ada yang berukuran satu, dua, tiga, empat, bahkan sampai ratusan, ribuan yojana, setiap bunga teratai permata ini akan memancarkan tiga puluh enam ratus ribu miliar cahaya, dan masing-masing dari tengah-tengah cahaya itu akan mengeluarkan tiga puluh enam ratus miliar Buddha.

Badan dari para Buddha berwarna ungu keemasan, raut wajahNya sangat tampan atau agung, benar-benar menakjubkan.

Masing-masing dari para Buddha juga memancarkan cahaya yang terang benderang, setelah itu Mereka membabarkan dharma yang menakjubkan kepada para mahluk hidup yang berada di 10 penjuru alam. Masing-masing dari para Buddha ini, akan mengajar dan membimbing para mahluk hidup menuju ke jalan kebenaran.

1.22 Pasti mencapai hasil tingkat kesucian Anuttara samyaksambodhi

Ada lagi, oh Ananda, tanah suci Buddha ini tidak terdapat waktu senja, tidak ada cahaya api, matahari, bintang-bintang, ataupun siang dan malam, atau tidak ada batas usia, ataupun hitungan bulan, tahun dan sebutan dari kalpa, juga tidak terdapat tempat hunian dari para sanak keluarga.

Pergi kemanapun tidak akan ditemukan tanda ataupun nama pribadi dan juga tidak terdapat memikiran menginginkan sesuatu atau menjauhkan sesuatu yang ada hanyalah merasakan suasana yang suci, murni, dan kebahagiaan yang tertinggi.

Jika terdapat putra dan putri yang berbudi luhur, yang telah lahir atau yang akan lahir disana, semua dari mereka batinnya ataupun pemikirannya akan menetap dalam keadaan konsentrasi terpusat atau samadhi, dan secara pasti akan mencapai tingkat kesucian Anuttara samyaksambodhi.

Mengapa dapat demikian? Bagi orang-orang yang memasuki meditasi yang sesat ataupun orang-orang yang belum mapan dalam hal meditasi, tidak akan dapat memahami sebab musabab dari keadaan di alam Buddha ini.

1.23 Pujian dari para Buddha di 10 penjuru alam semesta

Banyak Buddha memuji Budhha Amitabha, mengapa? Karena para Buddha mengharap agar semua mahluk hidup yang berada di alam-alam lain dapat mendengar nama Buddha Amitabha dan dengan segera dapat membangkitkan hati yang suci dan murni, untuk menerimaNya dan selalu memuliakan namaNya serta menyatakan berlindung kepadaNya, dan memberi penghormatan serta persembahan kepadaNya.

Para mahluk hidup apabila memiliki satu pemikiran yang suci dan bersedia menggunakan akar kebajikannya untuk berbuat baik dan dengan melimpahkan semua jasa dan kebajikan itu untuk berniat lahir di alam Buddha Amitabha, maka sesuai dengan niat mereka secara pasti akan terlahir disana, dan selama-lamanya batin mereka tidak akan mundur lagi sampai mencapai tingkat kesucian bodhi tertinggi.

sumber: Leini Lee, MA, Ph.D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: