Arti kata Amitabha dan alam Sukhavati

Amitabha adalah nama guru pembimbing yang ada di alam Sukhavati. Jika diterjemahkan menurut bahasa Mandarin:

“A” berarti tanpa

“Mituo” berarti cahaya

“Fo” berarti pencerahan

Jadi Amitofo dapat diartikan sebagai : “Pencerahan tanpa batas”

Cuplikan tentang Alam Sukhavati:

 1.9. Mencapai keberhasilan yang sempurna

Sang Buddha memberitahu Ananda dengan berkata: “Biksu Dharmakara telah melaksanakan praktek seorang Bodhisatva, dan berhasil mengumpulkan segala jenis jasa dan kebajikan yang jumlahnya tak terkira dan tak tebatas.

Dengan memegang teguh kepada Dharma beliau memperoleh kebebasan batin, yang mana keadaannya tidak dapat dipahami atau dijelaskan dengan kata-kata. Semua ikrar atau janji yang pernah diucapkan semuanya telah mencapai kesempurnaan.

Tanah sucinya merupakan tempat tinggal yang aman untuk ditempati, serta penuh dengan keagungan, kebajikan, sangat luas dan megah, sungguh sungguh merupakan sebuah negeri Buddha yang suci dan murni.

Ananda bertanya kepada sang Buddha dengan berkata: “Guru agung junjungan dunia, Bodhisatva Dharmakara yang telah berhasil mencapai bodhi itu, apakah beliau adalah Buddha yang telah berlalu? Atau beliau adalah Buddha yang akan datang? Atau beliau adalah seorang Buddha yang saat sekarang sedang tinggal di alam lain?

Sang Buddha memberitahu Ananda dengan berkata: Sang Tathagata tersebut dapat dikatakan bukan berasal dari suatu tempat dan beliau tidak pergi ke tempat manapun. Beliau tidak lagi mengalami kelahiran maupun kemusnahan, beliau tidak tinggal di masa lampau, dimasa sekarang, maupun dimasa yang akan datang, tetapi beliau memenuhi janjinya untuk membimbing para mahluk hidup.

Beliau saat ini sedang berada di tanah suci sebelah barat yang jaraknya dari alam manusia adalah ratusan ribu koti nayuta alam Buddha, disana terdapat sebuah alam yang bernama SUKHAVATI.

Dharmakara telah menjadi Buddha, beliau dikenal sebagai AMITABHA BUDDHA. Beliau telah menjadi Buddha selama sepuluh kalpa. Saat sekarang beliau sedang membabarkan dharma kepada para Bodhisatva dan para pendengar dharma, yang jumlahnya tak terhitung banyaknya. Mereka mengelilingi beliau dan mendengarkan ceramah dharmanya dengan penuh hormat.

1.11 Keagungan dan keindahan dari alam Buddha

Sang Buddha memberitahu Ananda dengan berkata: “Alam SUKHAVATI dari AMITABHA Buddha ini memiliki jasa dan kebajikan yang tak terkira dan dipenuhi dengan segala jenis keagungan, yang selama lamanya tanpa penderitaan apapun, serta bebas dari segala kesulitan dan tanpa tempat kejahatan, dan sama sekali tidak terdapat perwujudan dari mara, tanpa perubahan cuaca dari 4 musim (dingin, panas, hujan, dan berawan), dan tidak terdapat sungai kecil ataupun lautan yang luas, tidak ada bukit ataupun lembah, tidak ada duri atau pasir yang tajam, pagar besi dan gunung sumeru, tidak terdapat tanah, batu-batuan, gunung dan lain-lain.

Dataran di alam SUKHAVATI secara alamiah terbentuk dari 7 macam permata, lantainya terbuat dari emas, sangat luas, lapang, rata, serta tanpa batas. Datarannya penuh dengan perhiasan yang murni, penampilannya sangat indah, tenang, suci dan agung. Keindahan dan keagungannya jauh melebihi alam-alam yang terdapat di 10 penjuru alam semesta.

Setelah mendengar penjelasan dari sang Buddha, Ananda bertanya dengan  berkata:”Guru Agung, bila di alam Sukhavati tidak terdapat gunung Sumeru, dimanakah letaknya 4 raja langit dan surga Trayastrimsha berada dimana?

Sang Buddha memberitahu  Ananda dengan berkata: “Menurut anda dimanakah letak dari surga dari Suyana surga Tushita dan alam-alam rupa dhatu dan arupa dhatu? Dan dimanakah para dewa dan para dewi surga akan menetap?

Ananda menjawab: “Alam-alam surga ini semua adalah bentuk dari kekuatan karma dari para mahluk hidup yang mana tidak dapat kita bayangkan. “

Sang Buddha berkata kepada Ananda:” Apakah anda mengetahui apa yang dimaksud dengan kekuatan karma yang tidak dapat dibayangkan itu? Pahala dari karma anda itulah yang tidak dapat dibayangkan, pahala dari karma para mahluk tidak dapat dibayangkan, karena akar kebajikan dari para mahluk adalah tidak dapat dibayangkan.

Kekuatan kesucian dari para Buddha, dan alam-alam dari para Buddha juga tidak dapat dibayangkan. Pahala dari jasa dan kebajikan yang dimiliki oleh para mahluk hidup beserta kekuatan spiritual dari Amitabha Buddha yang membuat mereka menetap di alam Sukhavati.

Ananda berkata kepada sang Buddha: “Akibat dan pahala dari karma adalah tidak dapat dibayangkan. Dharma ini telah aku pahami, dan sedikitpun aku tidak memiliki keraguan, tetapi demi menghilangkan keraguan dari para mahluk hidup, maka aku mengemukakan pertanyaan ini.”

1.14 Alam Sukhavati penuh dengan pohon permata

Alam sang Tathagata (Buddha Amitabha) terdapat banyak pohon permata, ada juga pohon yang terbentuk dari emas murni, pohon yang berwarna putih yang terbuat dari perak murni, ada juga pohon yang terbuat dari permata lapis lazuli, pohon yang terbuat dari kristal, pohon yang terbuat dari jamrud merah, pohon giok yang indah, pohon permata akik, semua pohon ini terbentuk secara murni dari satu jenis permata saja, tidak dicampur dengan jenis permata lainnya.

Ada juga pohon yang terbuat dari kombinasi 2 atau 3 jenis permata, bahkan sampai 7 jenis permata, semua permata ini digabung dengan kombinasi yang khas untuk membentuk sebuah pohon  maksudnya adalah akar dari pohon tersebut terbentuk dari 1 jenis permata, tangkai, ranting dan pohon dibentuk dengan jenis permata yang lainnya membentuk bunga, buah dan bijinya.

Ada juga pohon permata yang akarnya terbentuk dari emas dan perak putih sebagai batangnya, permata lapis lazuli sebagai tangkainya, dan batu kristal sebagai tangkainya, batu jabrud merah sebagai daunnya, batu giok sebagai bunganya, batu akik sebagai buahnya, pohon-pohon yang lain juga terbentuk dari kombinasi 7 permata, masing-masing dari 7 permata ini silih berganti membentuk akar, batang pohon, ranting pohon, bunga dan buah, setiap pohon memiliki pola bentuk yang khas, dan ditempatkan secara berderetan, dan berhadap-hadapan, batang pohon, ranting, dan daunnya semuanya tersusun berhadap-hadapan dalam posisi rapi.

Bunga dan buah tumbuh secara berlimpah, dengan warna-warni yang bersinar cemerlang, tidak ada seorangpun yang tidak ingin melihatnya. Ketika angin berhembus, pohon-pohon itu secara alamiah akan mengeluarkan 5 macam bunyi dengan kombinasi nada dan suara yang alami. Alam Sukhavati ini penuh dengan pohon-pohon permata.

1.15 Alam Sukhavati adalah tempat untuk mencapai bodhi

Alam Sukhavati ini adalah tempat untuk melatih diri, di dalamnya terdapat pohon Bodhi yang tingginya mencapai jutaan mil, lingkaran dari pohonnya adalah 500 yojana, dan jangkauan dari ranting dan daunnya mencapai 200.000 yojana, segala jenis permata dikombinasikan secara alamiah pada pohon-pohon tersebut. Bunga dan buah tumbuh berlimpah, cahaya yang bersinar menerangi segala arah, juga terdapat berbagai jenis batu permata mani, ada yang berwarna merah, hijau, biru dan putih.

Batu permata mani adalah raja dari segala permata, yang dibentuk sebagai perhiasan, semua tiang-tiang dihiasi dengan batu permata dan mutiara yang berwarna keemasan dan lonceng yang terbuat dari permata dengan rapi dibariskan diantara cabang-cabang dan ranting-ranting pohon dan jaring-jaring permata menutupi bagian atas dari pohon Bodhi, jutaan cahaya warna-warni saling memantul, sehingga menimbulkan sinar cahaya yang tak terkira, memancar ke segala arah, sehingga menimbulkan suasana agung dan megah sesuai dengan keinginan dari seorang yang ingin melihatnya, ketika angin sepoi-sepoi berhembus menyentuh ranting-ranting dan daun-daun, pohon Bodhi tersebut akan mengeluarkan bunyi-bunyi irama dharma.

Irama dharma ini akan terdengar di seluruh pelosok dari alam Buddha Amitabha. Bunyi dari suara yang sangat murni, jelas, indah, dan bernada lembut ini semuanya bercampur menjadi satu, sangat serasi, bunyi suara ini adalah yang terkemuka diantara segala bunyi suara yang terdapat di 10 penjuru alam semesta, apabila para mahluk hidup memiliki kesempatan untuk melihat pohon Bodhi ini, mendengar suaranya, mencium harumnya, mencicipi buahnya, atau tersentuh oleh bayangan atau cahayanya, atau selalu mengingat jasa kebajikan dari pohon ini, maka 6 indriya mereka akan menjadi suci dan murni, bebas dari segala kekuatiran dan kegelisahan batin, dan selama-lamanya tidak akan mundur dalam melatih diri sampai menjadi Buddha dan terhubung karena mereka pernah melihat pohon Bodhi ini, mereka akan memiliki 3 jenis kesabaran, yang pertama adalah kesabaran terhadap suara atau gema suara; kedua kesabaran terhadap suara yang lembut dan yang ketiga adalah kesabaran untuk tidak timbul pemikiran atau ide.

Sang Buddha berkata kepada Ananda: “Tanah suci Buddha yang seperti ini, yang mana bunga, buah dan pohon semuanya mampu mengajarkan para mahluk hidup untuk memahami Buddha Dharma, hal ini semua tercipta berkat kekuatan spiritual dari Buddha Amitabha yang usianya tanpa batas, karena kekuatan dari ikrarnya, kesempurnaan dari ikrarnya, pemahamannya terhadap Dharma, keteguhan hatinya, ketetapan hatinya dan kejelasannya yang sempurna.”

1.16 Aula, tempat tinggal dan menara di alam Sukhavati

Lebih dari masih ada lagi ruangan untuk kotbah dharma, tempat tinggal, menara dan balkon pagar terali yang mana semuanya terbuat dari 7 macam permata, juga terdapat sejumlah jaring-jaring yang menjalin mutiara putih dan batu permata mani yang bersinar dengan hebat tanpa tandingan  dan semua istana tempat tinggal dari dari para Bodhisatva juga dihiasi dengan permata ini.

Ditengah-tengah istana terdapat persamuan dari para Bodhisatva, diantara mereka ada yang membabarkan dharma, ada yang sedang melapalkan sutra, ada juga yang melatih diri dalam mempraktekkan dharma, merenungkan dharma, ada yang bermeditasi, ada yang berada ditempat terbuka memberi kotbah dharma, ada yang sedang mendengarkan dharma, ada yang sedang mengamati dharma dan melakukan meditasi, diantara mereka ada yang mencapai tingkat kesucian pertama yaitu: sotapanna, ada yang mencapai tingkat kesucian kedua yaitu: sakadagami, dan ada juga yang mencapai tingkat kesucian yang ketiga yaitu: anagami dan juga yang mencapai tingkat kesucian ke empat yaitu: arahat. Bagi yang belum mencapai avarvartya akan mencapai tingkat tersebut. Masing-masing dari mereka melafalkan Buddha dharma, membabarkan dharma, mempraktekkan dharma, semua dari mereka tidak ada satupun yang tidak merasa bahagia.

1.17 Mata air kolam yang penuh kebajikan

 Disebelah kiri dan kanan dari ruangan pembabaran dharma terdapat mata air yang terus mengalir. Panjang dan lebar serta kedalaman dari masing-masing kolam sangat ideal, ukurannya ada yang 10 yogana, 20 yogana, bahkan ada yang sampai ratusan ribu yogana, kolam itu dipenuhi air yang harum yang dilengkapi dengan 8 jasa dan kebaikan.

Dipinggirnya terdapat pohon kayu cendana yang jumlahnya tak terhitung, juga terdapat pohon buah keberuntungan, pohon-pohon ini, baik bunga maupun buahnya semuanya mengeluarkan keharuman, dan memancarkan sinar cahaya yang terang benderang, cabang pohon yang panjang dengan daun yang lebat, saling silang menyilang menutupi kolam, dan mengeluarkan bermacam-macam wewangian.

Tidak ada wewangian yang dapat menandinginya, dan begitu ditiup angin maka keharuman tersebut memberikan wewangian ke dalam air yang mengalir.

Kolam-kolam tersebut juga terbuat dari 7 jenis permata, yaitu: lantainya terbuat dari pasir emas, juga terdapat bunga teratai hijau, bunga teratai merah, bunga teratai kuning, bunga teratai putih, dan bunga teratai yang memiliki campuran warna yang memancarkan sinar yang kemilau, yang memantul ke permukaan air kolam.

Apabila para mahluk hidup memiliki kesempatan untuk mandi dikolam-kolam ini, dan berkeinginan agar air di dalam kolam itu hanya mencapai batas kakinya, atau mencapai batas lututnya, atau mencapai batas pinggangnya, atau mencapai batas kepalanya, atau menutupi seluruh badannya, atau mereka berharap mandi dalam air yang dingin, yang hangat, atau air yang mengalir dengan deras, atau air yang mengalir dengan perlahan-lahan, maka keadaan dari air tersebut akan mengikuti keinginan dari para mahluk hidup.

Air dikolam-kolam ini akan memberikan perasaan segar dan kebahagiaan terhadap badan dan pikiran dari para mahluk hidup.

Pasir yang berwarna keemasan dapat terlihat jelas di dalam air, sinar kemilau dari pasir emas memantulkan cahaya dari kedalaman kolam, riak dari air yang mengalir membentuk lingkaran kecil yang mana arusnya menimpa satu dengan yang lain dalam alirannya, sehingga menimbulkan bunyi yang lembut, membuat seseorang seperti mendengarkan suara dari Buddha, Dharma, dan Sangha, serta suara tentang paramita atau sifat luhur, suara keheningan, suara yang tenang dalam perenungan, suara yang tidak timbul dan tidak tenggelam, suara yang memiliki 10 macam kekuatan dari keberanian, atau mendengar suara dharma yang menyatakan para mahluk hidup adalah tanpa sifat yang abadi, dan tanpa keakuan yang kekal, serta suara yang maha pengasih dan penyayang dan suara yang merasa bahagia sehingga rela memberikan apa saja yang dimilikinya dan suara dari air embun yang mengumumkan seseorang telah mencapai tingkat “pangeran dharma”.

Setelah seseorang mendengarkan semua suara-suara ini, hatinya akan menjadi tenang dan suci, sehingga bebas dari pemikiran yang membeda-bedakan dan akan bersikap sama rata terhadap semua mahluk hidup.

Hal inilah yang akan membuat akar kebajikannya menjadi sempurna, apa saja yang dilakukannya selalu sesuai dengan ajaran Buddha dharma, dan apa saja yang ingin didengarnya hanya dia sendiri saja yang akan mendengarnya, dan hal yang tidak ingin didengarnya, tidak akan terdengar olehnya.

Selama-lamanya pikirannya tidak akan pernah mundur untuk mencapai tingkat kesucian tertinggi Anuttara Samyak Sambodhi.

Para mahluk hidup yang terdapat di 10 penjuru alam semesta yang berniat untuk lahir di alam Buddha akan terlahir secara alamiah dari perwujudan di dalam bunga teratai yang terdapat di kolam 7 permata.

Setiap orang akan memperoleh badan yang murni penuh cahaya, badan yang tak terbatas, dan yang kekal abadi. Mereka tidak akan mendengar sebutan dari penderitaan di alam 3 sengsara yang penuh dengan kekotoran batin dan kekawatiran, karena di alam Buddha tidak terdapat perwujudan dari mahluk 3 alam sengsara, maka mana mungkin ada penderitaan seperti itu. Di alam Sukhavati hanyalah terdapat suara kebahagiaan, mana itu nama dari alam Buddha ini bernama Sukhavati.

  Bersambung….

ke bab 1.18 -1.22

sumber:

http://cahayasukacita.blogspot.com

Leini Lee, M.A, Ph.D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: