Siwa Sidhanta

 1. Pendahuluan

Salah satu alirannya adalah Siwa Siddhanta. Aliran Siwa adalah agama untuk orang-orang yang memuja Siwa. Tujuan akhir dari kehidupan adalah penyatuan jiwa dengan Tuhan, di mana bagian jiwa yang menikmati kebahagiaan kekal (moksha). Aliran Siwa menjelaskan bagaimana jiwa dapat mencapai keadaan itu. Siva adalah dewa tertinggi dan tak berbentuk. Hal ini tidak mungkin untuk memberikan definisi atau deskripsi dari sesuatu yang berada di luar persepsi. Acintya mungkin merupakan bayangan penjelasan daripada itu.

Kapan jiwa dapat mencapai keadaan seperti untuk menjadi satu dengan Tuhan? Manusia memiliki enam indera berdasarkan mana mereka dapat dianggap sebagai mahluk yang tertinggi diantara semua makhluk hidup lainnya. Selain itu, manusia diberkahi dengan kekuatan penalaran. Manusia juga mengenal apa itu Kejujuran, Kebenaran, Kasih dan Simpati yang merupakan kualitas dasar dan mulia dimana hal ini tidak ditemukan di makhluk hidup yang lain. Dia dapat berpikir tentang Tuhan dan berdoa untuk anugerah-Nya.
Tuhan telah memberikan makhluk hidup tubuh fisik tetapi tidak ada kemampuan mentalnya. Manusia perlu mampu memahami kapasitas dirinya serta mewujudkan kemampuannya yang dapat memungkinkan dia untuk mencapai realisasi diri. Kebenaran yang tak dapat dijelaskan. Kebenaran tidak mengalami perubahan oleh waktu. Ini adalah abadi. Kebenaran adalah Tuhan. Manusia harus menaati hukum-hukum alam yang pasti, dalam rangka mencapai tujuannya sebagai manusia yang telah dilahirkan. Ada Hukum Dharma yang merupakan hukum alam. Air dingin, api panas, dan setiap elemen adalah tunduk pada hukum Dharma. Demikian pula manusia tunduk pada hukum yang berlaku sesuai dengan sifat manusia. Cinta terhadap semua makhluk hidup, pengabdian kepada Tuhan, moralitas dalam masyarakat, kemurnian pikiran semua aspek Dharma Manusia.

Ini adalah persoalan bahwa manusia telah melupakan dan menyimpang dari jalan kebenaran serta mengembara di padang gurun adharma. Kebenaran mendasar terungkap melalui 14 Siwa Siddhantha serta sastra-sastra dan 12 Thirumuris yang merupakan sumber pedoman bagi para pencari kebenaran. Hal ini menekankan bagaimana manusia perlu membebaskan diri dari kelahiran kembali.

Aliran Siwa menerima Weda dan Agama yang merupakan wahyu dari Tuhan. Aliran Siwa memberikan pengetahuan tentang tiga kebenaran mendasar, Pathi, Pasu dan Pasam (Tuhan, Jiwa dan maya) yang menjelaskan bagaimana terjadinya pembebasan dari kelahiran kembali. Saivaism menegaskan fakta tentang adanya banyak jiwa. Pada awalnya jiwa dibatasi oleh anava (ego) dan karena itu mencintai kekuatan pengetahuan, persaudaraan dan kasih sayang. Jadi karena Tuhan mengasihi jiwa-jiwa, telah menganugerahi manusia dengan tubuh fisik, kemampuan mental, dunia dan hal-hal lain untuk dinikmati.

Tujuan utamanya adalah untuk membantu jiwa untuk membebaskan dirinya sendiri dari “ego” melalui pengalaman duniawi. Manusia itu sementara mengalami naik dan turunnya kehidupan memperoleh pemahaman bahwa “Ego” merugikan kemajuannya. Ia menemukan bahwa kualitas hewan ada di dalam dirinya seperti kecemburuan, kemarahan, dendam amoralitas, dan kecenderungan egoistik seharusnya tidak diperbolehkan untuk mendominasi pikiran. Kualitas sebagai manusia seperti simpati, kasih, pelayanan kepada orang lain, dan kemurnian pikiran sepertinya perlu dikembangkan agar tercapai kemajuan spiritual. Di atas semua ini, hanya kualitas yang ilahilah yang akan mengangkat seseorang ke ketinggian besar kemajuan spiritual.
Hanya dengan melihat penderitaan orang lain dapat membangkitkan perasaan kasihan dan timbul kesiapan untuk memberikan pelayanan sukarela. Memberikan bantuan di waktu yang tepat adalah kualitas murah hati. Hati perlu mencair saat melihat orang lain menderita. Itu adalah beberapa sifat-sifat ilahi. Kualitas Ilahi saja tidak akan membawa peningkatan dalam bidang spiritual. Jadi tingkat kesadaran, transendensi etis, dan iluminasi spiritual penting bagi keadaan, yang dapat membantu pada menuju pembebasan.

sumber: M. ELIATHAMBY, B.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: